Evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di PangkepEvakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Pangkep

TERBITKATANEWS.COM, PANGKEP — Operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 di Pangkep yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, resmi ditutup. Hingga hari ketujuh, seluruh korban dalam insiden penerbangan tersebut berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Keberhasilan ini menandai berakhirnya operasi kemanusiaan yang berlangsung dalam kondisi medan ekstrem, hutan lebat, serta cuaca yang tidak menentu. Meski menghadapi berbagai kendala, tim gabungan tetap bekerja maksimal demi memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan layak.

Evakuasi Korban Pesawat di Pangkep Berjalan Lancar

Seluruh jenazah korban berhasil diangkat dari lokasi kejadian dan diterbangkan menggunakan helikopter menuju Base Ops Lanud Hasanuddin pada Jumat (23/1). Setibanya di Makassar, tujuh jenazah sempat dibawa ke RS dr. Dody Sardjoto untuk penanganan awal sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara.

Proses identifikasi lanjutan dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan standar prosedur yang berlaku. Sementara itu, tiga jenazah lainnya telah ditangani sesuai ketentuan dan koordinasi antarinstansi terkait.

Operasi Evakuasi Libatkan Tim SAR Gabungan

TNI dan Tim SAR gabungan evakuasi pesawat jatuh di Gunung Bulusaraung
Evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Pangkep

Operasi evakuasi pesawat yang jatuh di wilayah Pangkep ini melibatkan TNI, Polri, Basarnas, serta relawan. Sinergi antarinstansi menjadi faktor utama keberhasilan pencarian di medan yang sulit dijangkau.

Peran Basarnas sebagai unsur utama dalam operasi pencarian dan pertolongan juga menjadi bagian penting dalam misi kemanusiaan ini. Informasi resmi terkait prosedur SAR dapat diakses melalui situs Basarnas.

Pangdam Apresiasi Dedikasi Tim di Lapangan

Pangdam Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi tersebut.

Menurutnya, kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan mencerminkan kehadiran negara dalam menjalankan tugas kemanusiaan, terutama dalam situasi darurat.

“Saya hormat, saya bangga, saya setia. Perjuangan ini adalah bukti kuat bahwa negara hadir untuk rakyatnya,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Pendampingan Keluarga dan Evaluasi Keselamatan

Selain fokus pada evakuasi, aparat TNI dan Polri juga memastikan pendampingan bagi keluarga korban, termasuk dukungan psikososial. Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden penerbangan tersebut guna meningkatkan standar keselamatan transportasi udara. (NF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *